Selasa, 05 April 2022

 

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3

COACHING


 

  • Buatlah sebuah kesimpulan dan penjelasan mengenai peran Anda sebagai Penuntun (Sistem Among) atau seorang Coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya di Modul 2 yakni Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Emosi dan Sosial. 
  • Buatlah sebuah refleksi dari pemahaman atas keseluruhan materi Modul 2.3 bagaimana keterampilan coaching dapat membantu profesi Anda sebagai guru dalam menjalankan pendidikan yang berpihak pada murid.

 

Kata coaching sering di samakan dengan mentor atau konselor. Menyelami makna-makna yang terkandung dalam definisi coaching membawa kita pada pertanyaan, “Apakah coaching bisa diterapkan di dunia pendidikan sehingga bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik guru maupun murid?” Apakah guru dapat berperan sebagai coach? Mari kita sama-sama membahas apaitu coaching? bagaimana coaching ini diterapkan dalam konteks sekolah dan bagaimanakah peran guru guru dalam menerapkan keterampilan coaching  sebagai coach?

 

A.      Pengertian Coaching

Coaching merupakan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999).  Coaching menjadi kunci pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003).

B.      Prinsip coaching:

1.       Proses Kolaborasi

2.       Fokus pada Solusi

3.       Berorientasi hasil

4.       Sistematis

5.       Fasilitator peningkatan performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi coachee.

6.       Membantu coachee untuk belajar bukan mengajari


C.      Tiga Makna Coaching

International Coach Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai:

“…bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.”

Dari definisi ini, Pramudianto (2020) menyampaikan tiga makna yaitu:

1.   Kemitraan. Hubungan coach dan coachee adalah hubungan kemitraan yang setara. Untuk membantu coachee mencapai tujuannya, seorang coach mendukung secara maksimal tanpa memperlihatkan otoritas yang lebih tinggi dari coachee.

2.   Memberdayakan. Proses inilah yang membedakan coaching dengan proses lainnya. Dalam hal ini, dengan sesi coaching yang ditekankan pada bertanya reflektif dan mendalam, seorang coach dapat menggali, memetakan situasinya sehingga menghasilkan pemikiran atau ide-ide baru.

3.     Optimalisasi. Selain menemukan jawaban sendiri, seorang coach akan berupaya memastikan jawaban yang didapat oleh coachee diterapkan dalam aksi nyata sehingga potensi coachee berkembang.

.

D.      Coaching dan Sistem Among) Ki Hajar Dewantara.

 

Menilik kembali filosofi Ki Hajar Dewantara tentang system Among, bahwa peran utama guru adalah sebagai Pamong, yaitu “Menuntun” anak, maka memahami pendekatan Coaching menjadi selaras dengan Sistem Among sebagai salah satu pendekatan yang memiliki kekuatan untuk menuntun kekuatan kodrat anak (murid).  

 

Among dalam bahasa jawa berarti memberi contoh tentang baik buruk tanpa harus mengambil hak anak agar anak bias tumbuh dan berkembang dalam suasana batin yang merdeka sesuai dengan dasarnya. Sistem among memberikan kesempatan seluas-luasnya pada kemandirian siswa. Peserta didik didorong untuk mengembangkan potensi diri melalui pengalaman, pemahaman, dan upayanya sendiri.

 

E.       Peran Guru Sebagai Seorang Coach Di Sekolah

Apakah Coaching dapat diterapkan di sekolah?

Peran guru sebagai Coaching selaras dengan sistem among Ki Hajar Dewantawa. Coaching bertugas menuntun dan mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan efektif dan bersifat asertif yang dilakukan kepada peserta didik (coachee). Dalam coaching, diharapakan solusi permasalahan dihasilkan oleh coachee sendiri. Melalui pertanyaan yang diajukan oleh guru selaku coach, peserta didik dapat menentukan apa tujuan yang ingin dicapai, mengidentifikasi permasalahan dan hambatan yang dialami yang selanjutnya diarahkan untuk menemukan apa rencana aksi yang akan dilakukan oleh coachee dan terakhir bagaiamana mengatur tanggung jawab dan komitmen terhadap rencana aksi tersebut sehingga aksi yang dilakukan dapat mendapatkan hasil yang diharapkan. Model ini disebut dengan model TIRTA.

 


 Gambar Model TIRTA

 Coaching sangat berbeda dengan mentor maupun konselor.

 



                                              Gambar perbedaan Coaching-Mentor-Konselor


F.       Refleksi Manfaat Coaching Bagi Guru Dalam Menjalankan Pendidikan Yang Berpihak Pada Peserta Didik.

Coaching dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Seperti kita ketahui bahwa peserta didik adalah pribadi yang unik layaknya kertas penuh coretan dan mereka memiliki sifat dan karekater yang berbeda-beda sebagai kodrat alam yang mereka miliki. Coaching dapat digunakan untuk menemukan kodrat alam yang dimiliki murid, melalui coaching dengan pertanyaan -- pertanyaan yang efektif, guru dapat mengidentifikasi bagaimana karakteristik peserta didik, apa kebutuhan belajar mereka, bagaimana kesiapan belajar, minat, dan profil belajar mereka. Dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan karakteristik yang dimilikinya, maka hasil  coaching  ini dapat digunakan sebagai bahan dalam merumuskan pemebelajaran yang berdiferensiasi dan penanaman pembelajaran social-emosional. Pembelajaran menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik, memfasilitasi kesiapan dan minat belajar mereka sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan peserta didik dapat menunjukkan hasil belajar maksimalnya sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.

 

Sumber:

Modul 2.3 Coaching - Pendidikan Guru Penggerak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar anda terhadap blog ini.

  AKSI NYATA MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   JURNAL LITA JURNAL LITERASI dan BERCERITA SEBAGAI PROGRAM MEN...